Jam 18.45 aku sudah sampai di Lobby Apartemen-nya di bilangan Benhil.Tidak lama dia nongol di Lobby dengan masih memakai pakaian kerjanya, dan segera mengajak saya naik ke Apartemennya. Roknya yang biru tua menambah kontrasnya warna.Setelah meletakkan tanganku, tangan Ibu Vivi bergerak lagi ke tengkukku, dan dielusnya. Bokep Tapi aku pura-pura tidak berminat. Seperti mencari gelombang radio. Yah tangannya keremas oleh tanganku yang kekar dan keras.Aduh…, halus juga tangan Ibu Vivi. Jadi jatah batinnya tidak terima full. Maklum lampunya tidak dimatikan dan terang lagi. Maklum tanganku bulunya juga lumayan lebat.Aku beranikan diri untuk menegurnya, “Ibu…, sebentar lagi Bapak pulang…”. Dari pembicaraan disetujui untuk ketemu jam 7 malam. Lalu aku jalan menuju tembok dan aku rapatkan badannya ke tembok dengan tetap kugendong.Bagiku tidak ada masalah mengangkatnya.




















