Saya mau keluar beli permen di sebelah halte itu.” Dina mengangguk pelan dan matanya menatap layar TV kecil penuh harap.Rudi keluar mobil sambil membawa remote lalu menyalakan VCD changer dari luar mobil dengan film yang sama ia tonton sebelum hujan tadi. Bokep Dina menggigit ujung seragamnya yang lusuh, sementara Rudi merapikan rambutnya. “Nggak pa-pa,” nafasnya masih terengah-engah. Ia memejamkan mata, tetapi suara lenguhan dan desisan membuatnya kembali ke layar. Dimatikan mesin mobil sembari menatap ke arah kiri.Tampak di luar gadis-gadis berseragam SMU masih bergerombol menunggu bis kota. “Bagus!” ia menutup wajahnya. “Tenang Rud, ini bukan alasan yang bagus untuk merusak 1 hari tenangmu,” katanya sambil membenarkan letak rambutnya. Rudi mulai termakan fantasinya sendiri.




















