Ia tersenyum melihatku.“Maaf Mas, sapu tangan saya ketinggalan,” katanya.Ia mencari-cari. Bokep Ia berlutut mengelap paha bagian belakang. Toh, si setengah baya itu pasti sudah lebih dulu tiba di salonnya. Hah..? Membuka celanaku dan bajuku lalu gantung di kapstok. Alamak.., jauhnya. Toh masih ada hari esok.Aku bergegas naik angkot yang melintas. Dia mau pulang dulu ngeliat orang tuanya sakit katanya sih begitu,” kata Hawin.Setelah beberapa lama menyodoknya, “Terus dong Yang. Aku masih termangu. Ia cukup lama bermain-main di perut. Kali ini dengan telapak tangan. Eh bisa juga wanita setengah baya ini ramah kepadaku.Lalu ia membersihkan pahaku sebelah kiri, ke pangkal paha. Ya nggak apa-apa,” katanya menjawab telepon.“Siapa Mbak..?” kataku sambil menancapkan Junior amblas seluruhnya.“Si Nina, yang tadi. Sekali. Aku tersetrum. Juniorku tegang seperti mainan anak-anak yang dituip melembung.




















