“Hah..!” kaget juga aku mendengarnya, bagai petir di siang hari, bayangkan saja, baru juga satu jam yang lalu kami berkenalan, tetapi dia sudah mengucapkan hal seperti itu kepadaku.“Ka.., Kamu..?” ujarku terbata-bata. Dia menelan semua cairan spermaku, terasa agak ngilu juga tetapi nikmat. Bokep Akhirnya aku tidak kuat juga menahan kenikmatan ini.“Aahh Vhira.., Aku hampir keluar.., ” kataku agak terbata-bata.“Aku juga Ndree..! Masukin..!” pinta dia dengan wajah memerah menahan nafsu. Vhira seperti tidak mendengar ucapanku, dia masih tetap saja memaju- mundurkan kepalanya.Mendapat perlakuannya, akhirnya aku tidak kuat juga, aku sudah tidak kuat lagi menahannya, “Rev, Aku mau keluar.. Ooh ya Vhira.., kalo si andre macem-macem, teriak aja..!” ucap Deni sambil langsung pergi.Vhira hanya tersenyum saja.“Sialan lu Den..!” gerutuku dalam hati.Seperginya Deni, aku jadi seperti orang bingung saja, serba salah dan aku tidak tahu apa yang




















