Aku jadi mengerti kenapa mereka sering tertawa hingga terbahak – bahak jika sedang berdua di kamar tidur aku dan istriku.Siang itu Rina memintaku untuk menemuinya di salah satu Mall yang lumayan jauh dari tempat tinggal kami. Sempat kutangkap lekuk belahan pantatnya yang padat saat dia mengambil kue di meja depan kami. Bokep “Maaaasssss…. Paling sebentar lagi pulang” aku sedikit terperangah dengan pakaian yang dikenakan oleh Ibu Rina ini. Cuman nunggu kesempatan yang pas. Jadinya aku berani – beraniin aja minta Pin BB nya mas. Istriku seorang yang begitu penurut dan selalu mengikuti kemauan suaminya. “Aku sih udah makan juga, ya udah kamu mau kemana dari sini?.” Aku berkata sambil memandang lekat bola matanya yang terlihat mulai sayu dipenuhi dengan gejolak hasrat yang membuat pandangannya menantang naluri keperkasaanku.




















