Pak Smith dan saya hanya diam terpaku melihat ketiga manusia sangar itu meninggalkan ruangan dan membanting pintu dengan keras. Video bokep “Kamu ngerti maksudku kan?” tanyanya lagi dengan penuh harap. Betapa tidak, rasanya nikmaat sekali. Ohh, benar-benar mabuk kepayang. Saya hanya diam terpaku sambil melangkah mundur perlahan. Senyum yang ramah, hangat, dan bersahabat. Bagaimana saya dapat hidup damai dan bermesraan dengan seorang yang berkeliaran di lorong-lorong gelap London dengan menenteng pistol kemana-mana? Ia terus mengulum, menjilat, dan menghisap, dan entah ngapain lagi di kedua puting saya ini, yang jelas saya begitu menikmatinya. Lambat laun, rasa takut saya mulai hilang, berubah jadi rasa persahabatan. Akhirnya saya pasrah saja diajaknya minum di sebuah kafe pinggir jalan.




















